MY PIN BB 2A4E1B1C
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Membangun Adab Kemanuisaan


PADA dasarnya, semua masnusia ingin dihargai dan dicintai. Baik dia terlahir sempurna atau tidak, kaya, miskin, pengusaha atau rakyat jelata, semua memiki hak dan kewajiban yang sama. Itu dijamin oleh negara.

Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan yang maha. Manusia merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan suatu pemerintah dan setiap orang demi kehormatan suatu perindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 Ayat [1] UU No. 39/1999). Masih banyak lagi sumber-sumber hukum yang menguatkan pernyataan tersebut, seperti piagam HAM yang merupakan ketetapan MPR No. X VII/1998 (Paragraf 2) juga terkonsep rapi tentang hal tersebut.

Penegakan HAM (human right) adalah harapan yang akan membawa kita ke arah pencerahan, perbaikan sosial, ekonomi dan pendidikan. Tapi ironisnya, egoisme sebagian manusia mampu mengalahkan rasa kemanusiaan sehingga mengikis dan mempersempit pandangan yang menggugah timbulnya keinginan yang bertolak belakang dengan prinsip-prinsip dasar yang ada pada manusia. Kketika rasa keegoisan berada pada high level, manusia telah berubah menjadi “monster” bagi manusia lain.

HAM diibaratkan sebagai kebebasan yang tak terbatas (unlimited freedom) sehingga membuat manusia liar dan mengerikan. Korupsi besar-besaran, pemerkosaan, pembunuhan, pelecehan bahkan sampai ke hal-hal yang kecil yang masih berbau pelanggaran. Seakan-akan manusia adalah mangsa bagi masnusia lain itu sendiri. Sadis, keji, biadab bahkan masih banyak istilah-istilah yang tidak pantas untuk dilontarkan bagi makhluk yang derajatnya paling mulia diciptakan Allah, di antara semua makhluk ciptaannya.

Anehnya lagi, serangkaian perbuatan abnormal dan ilegal tersebut justru dilakukan oleh orang-orang yang masih normal dan berintelektual. Fakta ini membuktikan tingkat keintelektualan seorang belum sepenuhnya sanggup menjamin kesehatan jiwanya.

Pelanggaran HAM dianggap sebuah “sensasi” untuk mendongkrak kepopuleran dan arogansi. Bahkan banyak orang yang mendewakannya, menganggap aksi-aksinya adalah sebuah ekspresi kebebasan HAM. Yang membuatnya bangga dan tertawa akan kemenangan, mereka bahkan kebal hukum. Bagaimana hukum bisa ditegakkan kalau hanya berlaku untuk sebagian warga tertentu?

HAM terabaikan

Perlanggaran demi pelanggaran semoga membuat kita lebih dewasa, bijak, dan mampu berpikir kritis dalam menyikapi setiap persoalan. Sekadar menyinggung kembali, setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama dan melekat pada dirinya secara kodrati, universal, dan abadi yang dianugerahkan oleh-Nya sejak manusia menjadi penghuni dunia. Hak yang tidak dapat diganggu-gugat oleh siapa pun dan bersifat hakiki: hak untuk hidup, tidak disiksa, tidak diperbudak, hak mengeluarkan pendapat di hadapan umum. Tapi alangkah mengecewakan ketika semua itu masih sekadar menjadi teori, sehingga hukum HAM masih menjadi harapan yang samar bahkan sirna oleh bias cahaya kekuasaan.

Ayo kita semua kembali kepada hakikat bahwa yang membedakan manusia dengan manusia lainnya hanyalah ketakwaan kepada-Nya. Mengapa semua harus menindas, membunuh, dan melenyapkan kalau kita semua punya harkat dan martabat yang sama serta tujuan sama walaupun memiliki rasa yang berbeda.

Pengesahan hukum HAM untuk mencari simpati dunia bahwa bangsa kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi HAM. Diharapkan mampu menjadi bangsa yang menegakkan hukum HAM dengan seadil-adilnya. Kita memiliki landasan hukum yang kuat dan islami sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadist.
5 comments

NegriKu bukan NegeriKu Koruptor


INDONESIA katanya negeri subur, tapi kenapa hanya eyang subur yang bebas makan bubur !
kita kan juga bisa menikmati nikmatnya bubur, apa beda dengan eyang subur ? kita bakal sama sama masuk kubur.

INDONESIA katanya negeri makmur, ini gak sesuai !! buktinya si Makmur ( Serial TV “Awas Ada Sule”) masih saja tertindas dengan kelicikan si sule, sama dengan indonesia masih terrindas dengan orang-orang bule.

INDONESIA ada komodo, tapi spesies komodo tak tertandingi banyaknya dengan spesies tikus di Indonesia. iyaaa, tikus !! tikus kotor, tapi kalo di lihat si badan nya sih gak kotor, cuman otak nya kotor!! isi nya kolor hasil keringatnya dari profesi koruptor.


INDONESIA negeri kolam susu ? mana buktinya !!!
Dusta tuh !! mana pernah ada kolam berenang berisi air susu ! semua susu yang ada di INDONESIA toh udah diperas sama petinggi-petinggi negara tercinta ini ! tinggal sungai keruh aja yang di sisain untuk kita sebagai rakyat.
dengan wajah sok baik para petinggi negara ini, mengubah pola pikir kita dari segala bentuk Media-Media !
semua Media di warnai dengan warna nya masing-masing.
Merah Kuning Hijau terus saja bersaing untuk menjadikan negeri ini sebagai proyek membahagiakan anak, istri, cucu, sampai cicit. tanpa melihat cermin yang selalu mengatakan “Woii,, coba lihat perut buncit mu itu !!! apa gak berat kau bawa kemana-mana ? sehingga sujud menghadap yang kuasa pun tak sanggup lagi !!”

catatan kecil ini bukan bermaksud untuk menindas, menghina, atau menolak segala kebijakan kalian !
hanya saja kami sebagai budak mu mulai merasakan kejenuhan atas janji busuk mu itu pak !
selalu saja bapak mengatakan “duluan saya makan asam garam dunia ini” !
apa mungkin karena ucapan bapak itu menjadikan balas dendam untuk menghabiskan rasa Manis dari negara ini ? tanpa kau pikirkan sisanya.
tidak bisa pak seperti itu !! kami juga berhak merasakan nya ! yah walau tinggal ampas nya.

belum lagi berbicara tentang aparatur negara, aduuuhh !!!!
banyak cerita tak enak di dengar, mulai dari istilah “orang dalam (backing)” sampai istilah “amplop kuning”.
kalau di interograsi pasti gak bakal ngaku !!

sudahlah kalau pun di bahas semua itu gak bakal muat ne postingan.

bukan nya penulis tak cinta INDONESIA !
bahkan karena tulisan inilah penulis cinta akan INDONESIA, melebihi keprihatinan yang dirasakan para mahasiswa lainnya.
penulis hanya ingin INDONESIA ini menjadi lebih baik. tanpa harus menyewa Spiderman, Batman atau catty woman. kami hanya butuh lahirnya kembali Jenderal Soediman, Jendral S. Parman, dan Pahlawan Kebangsaan Lainnya.

semoga postingan ini dapat di jadikan Pemikiran tanpa maksud lain di balik kepentingan
16 comments

Biasa atau Luar Biasa


BIASA atau LUAR BIASA?

Wanita cantik pamer aurat itu biasa. Wanita cantik mau berjilbab dan menutup auratnya baru LUAR BIASA.

Anak muda yang pacaran itu biasa. Anak muda menundukkan pandangan itu baru LUAR BIASA.

Cowok ngajak jadian itu biasa. Cowok ngajak nikah baru LUAR BIASA.

Lelaki kaya nikahin wanita cantik plus kaya itu biasa. Tapi lelaki kaya menikahi wanita sederhana namun solehah baru LUAR BIASA.

Malam minggu apel pacaran itu biasa. Tapi malam minggu ikut pengajian ikut pengajian baru LUAR BIASA.

Remaja sekarang nengteng gadget itu biasa. Remaja nengteng Quran terus dibaca baru LUAR BIASA.

Kalau anak gaul hafal lebih dari 30 musik hits biasa. Anak gaul hafal 30 juz baru LUAR BIASA.

Mahasiswa masih minta sama orang tua itu biasa. Tapi mahasiswa mandiri BAHKAN ngasih orang tua baru LUAR BIASA.

Lulus kuliah cari kerja itu biasa. Tapi kalau lulus kuliah cari pekerja baru LUAR BIASA

Kuliah cari gelar biasa. Tapi kuliah gelar dagangan baru LUAR BIASA.

Sob, siapa yang MILIH jadi orang LUAR BIASA
11 comments

Renungan dalam Kehidupan


... Renungan dalam Kehidupan ...

Setelah sholat malam…, ditengah keheningan malam…coba diri ini merenung…tentang :

1.Kepala kita
Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba yang tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia?

2. Mata kita
Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?

3. Telinga Kita
Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan utk mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?

4. Hidung Kita
Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak yatim piatu yang sangat kehilangan kedua orangtuanya dan sangat mendambakan cinta bunda dan ayahnya?

5. Mulut kita
Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?

6. Tangan Kita
Apakah sudah kita gunakan utk bersedekah kepada dhuafa, membantu sesama yang kena musibah, membantu sesama yang butuh bantuan, mencipta karya yang berguna bagi ummat atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta orang yang tak berdaya?

7. Kaki Kita
Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermanfaat, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?

8. Dada Kita
Apakah didalamnya tersimpan perasaan yang lapang, sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?

9. Perut kita
Apakah didalamnya diisi oleh makanan halal dan makanan yang diperoleh dengan cara yang halal sehingga semua terasa nikmat dan barokah. Atau didalamnya diisi oleh makanan yang diperoleh dengan cara yang tidak halal, dengan segala ketamakan dan kerakusan kita?

10. Diri kita
Apakah kita sering tafakur, tadabur, dan selalu bersyukur atas karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

Mari memperbaiki diri..
5 comments

Cara Manjadi Pemimpin Yang ASIH


Didalam perselisihan untuk mencari pemimpin ideal seperti yang sekarang ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan karena hampir mendekati pemilihan, tidak mungkin berhasil bila tidak memikirkan calon pemimpin yang memiliki kemampuan bernegosiasi dengan baik untuk menyatukan visi dan fokus pada tujuan serta kepentingan bersama.
Hari ini banyak spanduk maupun baliho dijalanan dengan mempromosikan partainya dengan beragam versi. Semua itu bisa diraih jika para calon memiliki niat yang bersih dalam menaiki posisi ini karena jika rusak pemimpinnya maka akan rusaklah wilayah yang di pimpinnya demikian sebaliknya.
Namun jika kita lihat sekarang sudah bukan rahasia lagi, bahwa setiap datang musim “pesta demokrasi”, nama islam dan umat islam tambah tenar.
Sejalan dengan itu, para tokoh politik juga meramai-ramai mengunjungi pusat-pusat islam dan basis islam dengan sifat hormat, ramah, dan dermawan pula. Begitu pula simbol2 islam juga tampak bertebaran.
Mereka yang sebelumnya tidak biasa pakai peci dan jilbab atau gelar haji-hajjah, lantas pada mengenakan busana muslim bila tampil didepan komunitas islam. Nah, salahkah kalau kemudian muncul anggapan bahwa semua itu dimaksudkan untuk merebut tujuan tertentu???.Itulah yang menjadi pembicaraan yang sering terjadi dikalangan masyarakat jika tiba-tiba anda (calon pemimpin) bersikap demikian.

Pemimpin Seperti Apa Yang Diharapkan?

Adapun pemimpin yang diharap-harapkan sekarang adalah pemimpin yang A-S-I-H, yaitu adil, syaja’ah(berani), “iffah(bersih-suci), dan Himah (bijaksana). Nah, itulah calon pemimpin ideal yang di harapkan setiap orang sekarang. Dan ingatlah bagi calon pemimpin yang ingin memimpin kedepan hendaknya lakukanlah sharing-sharing dengan ulama-ulama untuk menanyakan hal-hal yang perlu kita tanyakan karena itu terlebih baik sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi diri sendiri dan bisa disampaikan kepada masyarakat. Sebagaimana dikatakan orang-orang : merana memang merana meunyoe jioh ngoen ulama, sengsara…udep sengsara peulom meunyoe lee dosa. Walaupun le tat harta dan permata. kadang dengoen nyan harta puetoeh lah setia. Le nyang ka le that nyang ka ka binasa kareuna harta, kecewa le nyang kecewa sampoe putoeh syedara. ( merana memang merana jika jauh dengan ulama, sengsara…hidup sengsara. apalagi jika banyak dosa. Walaupun banyak harta dan permata, kadang karenanya harta putus kesetiaan. Banyak yang sudah binasa karena harta dan banyak yang kecewa hingga sampai putus persaudaraan).
Adapun contohnya jika anda tidak melakukan sharing-sharing dengan ulama acap kali saat seseorang mengalami situasi yang sulit sering membuat orang-orang kebingungan, sehingga pontang-panting kesana kemari mencari orang-orang yang dianggapnya bisa menolong. Ibarat orang kebingungan mencari “pegangan” disaat tenggelam di sungai ”Disangka batang kayu yang dipegangnya, tahu-tahu kakinya sendiri!” Kepanikan ini akan bertambah parah apabila ternyata teman-teman dekatnya dan sesama muslim yang diharapkan tidak peduli. Inilah salah satu sebab, mengapa belakangan ini banyak orang islam yang murtad!. Maka dalam kaitan inilah setiap muslim atau pemimpin harus memantapkan 3 tonggak, yakni kewaspadaan, ukhuwah islamiah, dan keyakinan bahwa penolong sejati hanyalah Allah S.W.T. Dengan iman kuat, Insya Allah umat islam tidak salah dalam mencari penolong, pelindung dan memilih pemimpin atau wali.
No comments

Pengkhianat Bangsa Sendiri


Salam membawaku dalam perjuangan yang kini telah berakhir, Jauh dari sempurna kehidupan bangsa yang tidak ada keadilan dan kenyamanan, nasib rakyat terabaikan begitu saja tanpa ada yang peduli, pada dasarnya perjuangan adalah semangat rakyat yang membara untuk menuntut merdeka.
Dengan mata telanjang, pandangan bebas tersudut dalam lorong buntu nyata terlihat perjuangan juga belum usai, rakyat belum terpenuhi haknya, dua mata samar – samar dibalik sisa debu – debuPrang rakyat masih bisa melihat, entah berapa banyak nyawa terbantai, entah berapa lama jerit tangis tersedu, entah. Kini hanya berbuah hasil dari perjuangan itu banyak melahirkan pengkhianat rakyat dan bangsa sendiri, karena suatu sejarah yang terjadi pada masa yang silam tidak di hargai oleh para elemen - elemen dalam bidang menyelesaikan persoalan perdamaian aceh yang terjadi pada saat ini.
Lantunan Syahdu dulu disaat dalam peperangan kita semua menuntut untuk merdeka, tetapi hari ini para pejuang-pejuang sudah banyak menjilat darah rakyatnya sendiri, padahal lantunan yang pernah terucap “loen setia deungoen perjuangan aceh” malah itu semua tertuang dalam ucapan sumpah. apa yang terjadi sekarang? inilah dinamakan sebuah pengkhianatan, bukan orang “sono” tetapi sesama bangsa kita sendiri ( aceh).

Dalam permasalahan ini kita masyarakat aceh yang masih tertindas oleh para perjungan yang telah punya pangkat di parlemen-parlemen, kita sampaikan sebuah harapan “jangan pernah sombong dan angkuh” kami tak ingin didustai, dikarenakan apa yang sudah terjadi hari ini kenyataan bagi kami, ( MERDEKA ATAU PERANG).

Jangan sampai kami memiliki paham bahwa perjuangan silam adalah , kebohongan pablik, bersenang-senang di atas penderitaan rakyat, suatu saat anda pasti tahu apa yang akan terjadi, kami bangsa aceh saat ini tidak menerima sebuah kata merdeka baik dalam ruang lingkup indonesia maupun aceh, karena masih tertindas, lapar dan pengangguran masih kami alami. Arti dari sebuah kemerdekaan adalah rakyatnya tidak menderita lahir dan batin. (Saumi)
No comments

Bangunan Kuno di bumi Seuramoe



Baru-baru ini rakyat Aceh Utara di gemparkan dengan sebuah penemuan bangunan dari zaman kerajaan Gayo. Bangunan ini terbuat dari batu-batu alam yang tersusun rapi yang memiliki tinggi ± 5 meter dan panjang ± 300 meter. Menurut kabar yang beredar, bangunan ini adalah peninggalan kerajaan gayo beberapa ratus tahun silam. Bangunan ini juga disebut-sebut sebagai tempat menyimpanan perbendaharaan kerajaan Gayo saat terjadi perang melawan koloni.

Menurut nara sumbernya yaitu seorang penebang dari Sawang tempat dimana di temukannya bangunan tersebut, penemuan itu terjadi tanpa adanya suatu unsur kesengajaan.” Saat dalam perjalanan pulang, saya tersesat dan berputar-putar tanpa sadar di hutan tersebut kemudian saya dengan sendirinya telah berada di depan bangunan itu” kata penebang tersebut seperti yang di lansir oleh para pihak pemerintah yang mengambil alih penelitian bangunan itu. “Di tempat itu saya menemukan 15 (lima belas) pedang dan sebuah piring berukuran besar milik kerajaan” tambah penebang tersebut.

Ternyata di sebuah tempat yang tak begitu jauh lebih dekat dari yang di bayangkan, terdapat pula bangunan lain yang di bangun di bawah tanah. Dan di tempat itulah penebang tersebut menemukan pedang dan sebuah piring. Bangunan yang menyerupai candi berada tidak terlalu jauh dari bangunan bawah tanah, dan dengan sendirinya penebang tersebut menemukan dua bangunan bersejarah sekaligus.

Tapi sekarang semua yang di temukan oleh penebang itu sudah di ambil alih oleh pemerintah untuk di teliti lebih lanjut. Bangunan berbentuk candi ini sekarang berada di tangan pemerintah, dan menyimpan begitu banyak misteri kuno di dalamnya.sampai saat ini isi di dalam bangunan tersebut belum di ketahui karena pintunya tidak bisa terbuka meski pun sudah mendatangkan alat berat. Menurut beberapa arkeolog dari luar daerah Aceh, ada kemungkinan besar bahwa di dalam bangunan ini terdapat perbendaharan kerajaan Gayo. Argument ini juga di kaitkan dengan cerita-cerita kuno yang tersebar di Aceh tentang Kerajaan Gayo saat mengalami krisis pertahanan terhadap sekutu koloni Belanda, menurut cerita tersebut pada saat kerajaan mengalami krisis pertahanan terhadap sekutu koloni Belanda, pasukan kerajaan tersebut di perintah untuk membawa perbendaharaan istana jauh ke sebuah tempat dan kemungkinan besar tempat tersebut adalah bangunan berbentuk Candi ini.

Ada begitu banyak cara yang sudah di lakukan untuk menguak misteri di balik bangunan ini, dari di datangkannya beberapa ulama setempat untuk berdo’a dan sebagainya pintu bangunan ini juga tetap masih tidak bisa terbuka. Usaha lainnya juga telah di lakukan seperti mendatangkan alat berat dan hasilnya nol atau sia-sia. Tapi tentu saja kegagalan yang seperti itu tidak mampu mematahkan semangat pihak pemerintah, karena mereka tidak di ajarkan untuk kembali sebelum berhasil.

Generasi yang hilang akan terungkap, cerita kuno yang di anggap hanya bualan atau omong kosong belaka akan teruji kepastiannya, semua yang pernah hilang dari Aceh baik itu kerajaan-kerajaan besar yang pernah menunjukkan kekuasaannya akan kembali sebagai seorang aktor di kalangan rakyak Aceh. “tidak hari ini, mungkin besok” begitulah ungkapan yang di keluarkan oleh para ahli Arkeolog yang berada di bangunan tersebut. Bangunan ini tidak hanya merupakan bagian dari sejarah Aceh tapi juga merupakan hasil karya dari seorang arsitek di zaman kerajaan Gayo. Mungkin dengan adanya bangunan ini anak-anak bangsa dan generasi Aceh bisa lebih mengenal seni dan budaya di Aceh dan juga bisa dapat lebih menghargai karya-karya arsitektur walau pun itu sebuah karya yang di makan waktu.

Untuk saat ini semua tanggung jawab atas bangunan kuno berbentuk candi ini di serahkan kepada pemerintah. Dan semua hasil dari penemuan ini akan di dedikasikan untuk anak-anak bangsa dan generasi penerus yang di abadikan di Museum. Ini adalah jutaan hal yang terbaik dari bagian diri Aceh, tidak hanya akan menyatukan dan mempererat hubungan Aceh Utara dan Gayo tapi juga akan mengubah apa yang seharusnya hanya menjadi pembicaraan dan cerita.
No comments

Peran Mahasiswa



Mahasiswa adalah orang-orang yang lagi menuntut ilmu di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mahasiswa atau mahararaja dari siswa atau gelar tertingi dari seorang pelajar. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.

Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata,Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.

Sebagai mahasiswa berbagai macam lebel pun disandang, ada beberapa macam label yang melekat pada diri mahasiswa,misalnya:

1.Direct Of Change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yg banyak
2.Agent Of Change, mahasiswa agent perbahan, maksudnya sdm2 untuk melakukan perubahan
3.Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiswa itu ga akan pernah habis.
4.Moral Force, mahasiswa itu kumpulan orang yg memiliki moral yg baik.
5.Social Control, mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial,cntoh mengontrol kehidupan sosial yg dilakukan masyarakat.

Peran Mahasiswa

Mahasiswa Sebagai “Iron Stock”

Mahasiswa dapat menjadi Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.

Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan besar terjadi, dari zaman nabi, kolonialisme, hingga reformasi, pemudalah yang menjadi garda depan perubah kondisi bangsa.

Lantas sekarang apa yang kita bisa lakukan dalam memenuhi peran Iron Stock tersebut ? Jawabannya tak lain adalah dengan memperkaya diri kita dengan berbagai pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan, dan tak lupa untuk mempelajari berbagai kesalahan yang pernah terjadi di generasi-generasi sebelumnya.

Lalu kenapa harus Iron Stock ? Bukan Golden Stock saja, kan lebih bagus dan mahal ?. Mungkin didasarkan atas sifat besi itu sendiri yang akan berkarat dalam jangka waktu lama, sehingga diperlukanlah penggantian dengan besi-besi baru yang lebih bagus dan kokoh. Hal itu sesuai dengan kodrat manusia yang memiliki keterbatasan waktu, tenaga, dan pikiran.



Mahasiswa Sebagai “Guardian of Value”

Mahasiswa sebagai Guardian of Value berarti mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai di masyarakat. Lalu sekarang pertanyaannya adalah, “Nilai seperti apa yang harus dijaga ? ” Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus melihat mahasiswa sebagai insan akademis yang selalu berpikir ilmiah dalam mencari kebenaran. Kita harus memulainya dari hal tersebut karena bila kita renungkan kembali sifat nilai yang harus dijaga tersebut haruslah mutlak kebenarannya sehingga mahasiswa diwajibkan menjaganya.

Sedikit sudah jelas, bahwa nilai yang harus dijaga adalah sesuatu yang bersifat benar mutlak, dan tidak ada keraguan lagi di dalamnya. Nilai itu jelaslah bukan hasil dari pragmatisme, nilai itu haruslah bersumber dari suatu dzat yang Maha Benar dan Maha Mengetahui.

Pemikiran Guardian of Value yang berkembang selama ini hanyalah sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada sebelumya,atau menjaga nilai-nilai kebaikan seperti kejujuran, kesigapan, dan lain sebagainya. Hal itu tidaklah salah,namun apakah sesederhana itu nilai yang harus mahasiswa jaga? Lantas apa hubungannya nilai-nilai tersebut dengan watak ilmu yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa? Oleh karena itu saya berpendapat bahwa Guardian of Value adalah penyampai, dan penjaga nilai-nilai kebenaran mutlak dimana nilai-nilai tersebut diperoleh berdasarkan watak ilmu yang dimiliki mahasiswa itu sendiri. Watak ilmu sendiri adalah selalu mencari kebanaran ilmiah.

Penjelasan Guardian of Value hanya sebagai penjaga nilai-nilai yang sudah ada juga memiliki kelemahan yaitu bilamana terjadi sebuah pergeseran nilai,dan nilai yang telah bergeser tersebut sudah terlanjur menjadi sebuah perimeter kebaikan di masyarakat,maka kita akan kesulitan dalam memandang arti kebenaran nilai itu sendiri.



Mahasiswa Sebagai “Agent of Change”

Mahasiswa sebagai Agent of Change artinya adalah mahasiswa sebagai agen dari suatu perubahan. Lalu kini masalah kembali muncul, “Kenapa harus ada perubahan ?”. Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita pandang kondisi bangsa saat ini.Menurut saya kondisi bangsa saat ini jauh sekali dari kondisi ideal, dimana banyak sekali penyakit-penyakit masyarakat yang menghinggapi hati bangsa ini,mulai dari pejabat-pejabat atas hingga bawah, dan tentunya tertular pula kepada banyak rakyatnya. Sudah seharusnyalah kita melakukan terhadap hal ini. Lalu alasan selanjutnya mengapa kita harus melakukan perubahan adalah karena perubahan itu sendiri merupakan harga mutlak dan pasti akan terjadi walaupun kita diam. Bila kita diam secara tidak sadar kita telah berkontribusi dalam melakukan perubahan, namun tentunya perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ideologi yang kita anut dan kita anggap benar.

Mahasiswa adalah golongan yang harus menjadi garda terdepan dalam melakukan perubahan dikarenakan mahasiswa merupakan kaum yang “eksklusif”, hanya 5% dari pemuda yang bisa menyandang status mahasiswa, dan dari jumlah itu bisa dihitung pula berapa persen lagi yang mau mengkaji tentang peran-peran mahasiswa di bangsa dan negaranya ini.

Mahasiswa-mahasiswa yang telah sadar tersebut sudah seharusnya tidak lepas tangan begitu saja. Mereka tidak boleh membiarkan bangsa ini melakukan perubahan ke arah yang salah. Merekalah yang seharusnya melakukan perubahan-perubahan tersebut.

Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan.Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut.

Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa pula mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut, lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa,            dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini.
No comments

Praktek Korupsi



Selama ini, berbagai praktik korupsi hanya didominasi oleh para pejabat di tingkat pusat. Maka tidak heran bila kemudian perhatian banyak orang hanya terfokus pada isu-isu korupsi di tingkat nasional. Demikian juga dengan media massa hampir terlena dengan persoalan yang sama. Fokus utama pemberitaan selalu didominasi berbagai praktik korupsi di tingkat pusat. Padahal di daerah tak kalah banyak kasus korupsinya, yang seringkali kurang menjadi perhatian media massa dan pengawalan masyarakat sipil.

Terutama pada kasus Mantan kepala sekolah, Binsen Tinambunan yang dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Guru yang sudah mengabdi 26 tahun ini dinyatakan terbukti melakukan korupsi Rp 158,6 juta dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BSM (Bantuan Siswa Miskin) Tahun Anggaran (TA) 2008-2010.
"Menyatakan terdakwa Binsen Tinambunan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, oleh karena itu menjatuhkan pidana penjara 1 tahun 6 bulan kepada terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim Achmad Guntur dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (MERDEKA.COM, 26/12/2011). Dari kasus tersebut membuktikan bahwa penyelewengan dana yang di lakukan oleh mantan kepala sekolah Binsen Tinambunan hanya di beri sangsi hukuman yang sangat ringan

Ini menjadi bukti nyata bahwa hukuman kini menjadi bahan lelucon di negara ini, bagaimana tidak, tersangka korupsi (tindak pidana korupsi) yang di layangkan hukumannya hanya sedikti masa hukumannya, itupun banyak di remisi, sedangkan tersangka yang hanya melakukan tindakan criminal yang masih bisa di toleransi di hukum seberat-beratnya, malah lebih berat dari kasus korupsi.

Dan juga sebagai pertanda bahwa tikus-tikus bereaksi dengan rakusnya .tanpa menginggat hukuman yang di buat oleh Allah. namun biasanya sesorang yang suka malakukan pekerjaan-pekerjaan korupsi, curang, sogok-sogokan (suap menyuap) mereka akan sulit untuk khusuuk dalam sohlatnya, pikirannaya akan terus terbang melayang membayangkan harta-harta diduniawi yang akan di peroleh dalam sehari, seminggu, sebulan, dalam setahun atau paling kurang dalam masa jabatannya.  

Adapun hadist rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Adiy bin ‘Amirah Al Kindi Radhiyallahu 'anhu : “Barang siapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), lalu dia menyembunyikan dari kami sebatang jarum atau lebih dari itu, maka itu adalah ghulul (belenggu, harta korupsi) yang akan dia bawa pada hari kiamat”. (‘Adiy) berkata : Maka ada seorang lelaki hitam dari Anshar berdiri menghadap Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam , seolah-olah aku melihatnya, lalu dia berkata,"Wahai Rasulullah, copotlah jabatanku yang engkau tugaskan." Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya,"Ada apa gerangan?” Dia menjawab,"Aku mendengar engkau berkata demikian dan demikian” Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam pun berkata,"Aku katakan sekarang, (bahwa) barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan untuk suatu pekerjaan (urusan), maka hendaklah dia membawa (seluruh hasilnya), sedikit maupun banyak. Kemudian, apa yang diberikan kepadanya, maka dia (boleh) mengambilnya. Sedangkan apa yang dilarang, maka tidak boleh.” Dari hadist di atas di terangkan bahwa bagaimana tugas dan tangungg jawab seorang pemimpin kepada rakyatnya, di mana rakyat tersebut telah memilih ia sebagai penuntun kepada kehidupan rakyat tersebut agar kehidupan tersebut berjalan dengan teratur dan sukses

Allah SWT berfirman : Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian (QS Al-Nisa’ :29).

Ayat ini menerangkan hukum transaksi secara umum, lebih khusus kepada transaksi perdagangan, bisnis jual beli. Sebelumnya telah diterangkan transaksi muamalah yang berhubungan dengan harta, seperti harta anak yatim, mahar, dan sebagainya. Dalam ayat ini Allah mengharamkan orang beriman untuk memakan, memanfaatkan, menggunakan, (dan segala bentuk transaksi lainnya) harta orang lain dengan jalan yang batil, yaitu yang tidak dibenarkan oleh syari’at. Kita boleh melakukan transaksi terhadap harta orang lain dengan jalan perdagangan dengan asas saling ridha, saling ikhlas. Dan dalam ayat ini Allah juga melarang untuk bunuh diri, baik membunuh diri sendiri maupun saling membunuh. Dan Allah menerangkan semua ini, sebagai wujud dari kasih sayang-Nya, karena Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kita

Mengenai problem belum teratasinya kasus korupsi saat ini dan semakin meningkatnya para penjilat uang negara tidaklah serta merta menyalahkan hukum yang berlaku dan menuntut adanya amandemen secara menyeluruh. Hal paling utama adalah bagaimana supremasi hukum benar-benar ditegakkan dan dijalankan. Para penegak hukum, baik hakim maupun polisi harus menangani kasus korupsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai “virus” yang menjangkit negara ini malah menular kepada mereka, dan jangan sampai “kongkalikong” jual-beli hukum semakin menyebar dalam tubuh mereka. sehingga menodai simbol yang melekat padanya sebagai “penegak supremasi hukum”.
No comments