MY PIN BB 2A4E1B1C
Showing posts with label Bahan Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Bahan Kuliah. Show all posts

Jenis-Jenis Organisasi dan Persiapan Pekerjaan

1. PENDAHULUAN
Setelah mengumpulkan dan mengolah semua keterangan pada fase persiapan, rencana untuk pengaturan lokasi bangunan disusun dengan gambaran yang ada. Jelas, untuk suatu pembangunan pada skala kecil pengaturannya tidak begitu rumit. Walaupun demikian, hal tersebut tidak boleh diabaikan karena suatu pemikiran yang masak untuk penempatan atau penyimpanan bahan-bahan bangunan dan penyusunan tempat pembuatan yang pintar akan membawa keuntungan.

Pertama-tama karena tindakan dan transpor yang tak perlu di lokasi bangunan dapat dihindarkan.
Kedua, ketidakharmonisan antara berbagai pihak akan berkurang.
Pada pembangunan berskala lebih besar, lokasi bangunan dibagi secara efisien dan seperlunya. Sebagai alat bantu dapat digunakan rencana pembangunan yang telah dibuat, di sini terlihat bagian-bagian pengerjaan – tempat dan kapan dikerjakan – dalam proses pembangunan itu.
Pada pelaksanaan kontruksi beton harus selalu mempertimbangkan tempat penyiapan baja beton dan lokasi dimana pengerjaan baja beton dapat dilakukan (pelengkungan dan pemotongan).

2. PEMAGARAN LOKASI BANGUNAN


Pada umumnya pemagaran itu bertujuan untuk mencegah kunjungan yang tak dikehendaki dan mencegah pencurian dan perusakan bahan bangunan yang mahal.
Di dalam lingkungan perkotaan, masyarakat perlu dilindungi dari gangguan akibat kesinambungan pelaksanaan pembangunan.

3. PENGUKURAN

Suatu dari bagian pengerjaan yang penting adalah pelaksaan pengukuran. Pengukuran diartikan sebagai penetapan dan penentuan ukuran yang tepat dari rencana pembangunan. Disini terlihat bahwa suatu pengukuran yang baik dimulai dari gambar kerja struktur. 

4. LANJUTAN PENGUKURAN BANGUNAN

Penentuan menurut metode 1.5 tidaklah cukup untuk menetapkan letak bangunan yang akan datang. Di dalam lokasi bangunan semua, ukuran dan jarak dapat ditetapkan dengan memakai alat-alat bantu yang sederhana.
Dengan bantuan pita ukur dan jalons (tongkat alat ukur) dapat diperoleh ukuran dan garis, di samping itu selang waterpas dapat digunakan untuk menentukan ukuran tinggi. Waterpas dapat digunakan untuk menetukan ukuran tinggi lantai-kalder (basement) dan pondasi. Pada pekerjaan yang meninggi posisi miringnya dapat dicegah dengan menempatkan tanda silang yang tetap dengan bantuan paku bergantung ‘schietlood’ atau dikontrol dengan teodoliet.

5. PENGGALIAN SUMUR BANGUNAN

Untuk sebuah pondasi perletakan ‘op staal’ yang sederhana dilakukan dengan menggali alur. Pada penggalian yang tidak dalam, lebar galian perletakan pondasi ditambah 100 ȃ 200 mm.
Untuk perletakan yang lebih dalam harus diperhitungkan dengan tambahan ruang kerja – terdapat tambahan lebar perletakan dari 400 sampai 500 mm pada setiap sisi – jadi tambahan lebar perletakan total 800 ȃ 1000 mm. Perhitungkan juga, bahwa sebagai akibat kegiatan penggalian, kekompakan tanah akan berkurang, karena itu menyebabkan pertambahan volume. Sebagai contoh pada pasir 10 ȃ 35%; lempung kurus 20 ȃ 25% dan lempung gemuk atau tanah liat 25 ȃ 30%.

Di sini perlu diperhitungkan hal-hal berikut:
  • Penggalian dengan tangan (tenaga manusia),
  • Penggalian dengan mesin (tenaga mesin),
  • Jalur pemasukan/pengeluaran,
  • Jalan-jalan (dengan pelat) sementara,
  • Kabel dan pipa.

6.PENAHAN TANAH, DINDING TANGGUL

Ada beberapa jenis yang mendapat perhatian:
  • Dinding tanggul dari kayu,
  • Dinding tanggul dari baja,
  • Struktur beton/kontruksi baja,
  • Dinding tanggul Berlin.
Dinding tanggul ini tergantung dari ukuran dan tinggi tanah yang hendak ditahan unruk menentukan perlunya rangka penahan ‘stempelraam’ untuk menahan gaya mendatar. Struktur ini harus direncanakan bentuk dan ukurannya oleh konsultan perencana.pada umumnya kontruksi dinding tanggul ini dipasang lebih dahulu.

7. PENGERINGAN LUBANG BANGUNAN

Pada pelaksanaa kontruksi beton, pengontrolan dilakukan baik selama waktu kerja maupun setelah pengecoran – untuk menjaga keringnya lubang/sumur bangunan – pentinguntuk kualitas beton. Beton belum dicor belum mempunyai kekuatan untuk menahan tekanan air. Seiring dengan itu pompa harus terus berfungsi sampai kontruksi benar-benar telah kedap air (membatu) dan telah cukup mendapatkan beban atas (bangunan). Seiring tanpa adanya beban atas, pompa harus bekerja lebih lama lagi.
Untuk pemompaan ada dua prinsip yang jadi mendapatkan perhatian:
  • Pemompaan terbuka,
  • Pemompaan sumber (pompa bor).

7.1 Pemompaan terbuka

Bentuk pemompaan seperti ini sangat cocok untuk tipe tanah yang mudah dilalui air, (permeabilitas) seperti pasir dan kurang cocok untuk tanah yang sulit ditembus air seperti lempung. Sebagai pilihan sumur pompa lebih baik diletakkan di luar lubang/sumur bangunan pada sisi di mana pembuangan dari air pompa mudah dilakukan.

7.2 Pemompaan sumber

Prinsip dari pemompaan bor yaitu dengan bantuan sejumlah sumber (air), air tanah dihisap sedemikian hingga tinggi air tanah menjadi turun sampai ketinggian yang diharapkan untuk pelaksanaan pekerjaan. Disekeliling lubang bangunan pipa-pipa dimasukkan ke dalam tanah (berbagai sistem memungkinkan) yang saling dihubungkan satu sama lain dengan saluran pipa-pipa dan kemudian dihubungkan pada satu sistem pompa. Sistem ini sangat cocok untuk menurunkan air tanah sampai sekitar 4 ȃ 5,5 m. Dalam penentuan kedalaman dari penghisapan air harus diperhitungkan surutan air (‘drawdown’) pula.

8. PELAKSANAAN PERBAIKAN TANAH

8.1 Umum
Penambahan pasir dapat digunakan untuk membuat lokasi pada ketinggian yang diinginkan atau mendapatkan dasar bawah tanah yang cocok untuk meletakkan pondasi perletakan. Oleh penggalian dan penambahan pasir yang cocok merupakan cara yang sederhana untuk mendapatkan lapisan bawah tanah yang punya daya dukung. Sebagai akibat dari pengurungan ini timbul persoalan pada air yang berada dibawah tanah. Oleh karena itu sering digunakan drainase vertikal untuk menghindari persoalan ini. Drainase vertikal dapat dibuat dari bahan buatan ‘kunstof’ atau pasir.
Penambahan pasir sebagai metode untuk perbaikan tanah adalah cocok untuk pelaksanaan pembangunan berskala kecil dan sering mengakibatkan pada penghematan biaya untuk pengerjaan tanah.
Penambahan pasir dapat dilakukan dengan beberapa cara:
  • Dengan tangan (gerobak, sekop),
  • Buldoser – pendorong,
  • Mesin sekop (pemuat) – penuang.
8.2 Penggenangan dan penimbusan pasir
Cara lain dari pemadatan pasir adalah penggenangan air. Di sini setiap timbunan 200 mm pasir digenangi air (selama satu jam).

9. PONDASI

9.1 Umum

Susunan lapisan tanah dapat diperoleh dari penelitian tanah. Ahli mekanika tanah atau spesialis pondasi – sesuai dengan hasil sonder, gambar bestek dan hitungan yang dibuat kontraktor – dapat memberikan advis mengenai pondasi yang akan digunakan. Apabila bawah tanah secara jelas mempunyai daya dukung (pasir atau buatan) atau dengan bantuan perubahan tanah yang berdaya dukung, maka akan dipasang pondasi perletakan sebagai pilihan. Biasanya jenis pondasi ini digunakan untuk pembangunan berskala kecil.

9.2 Pondasi perletakan pada batu bata atau beton padat

Jika lapisan bawah bata telah dibuat, dapat disusun batu dengan kekuatan yang memadai dan diisi dengan mortal.

9.3 Pondasi lajur

Pondasi beton bertulang yang paling sederhana adalah pondasi lajur tanpa menggunakan rusuk penguat. Reaksi dari bangunan atas pada pondasi kita pandang sebagai beban terbagi rata di atas permukaan pondasi lajur.

9.4 Pondasi lajur dengan rusuk penguat

Oleh karena beban atas akan disalurkan secara merata ke pondasi, maka perlu untuk merencanakan rusuk penguat dalam arah memanjang sedemikian hingga beban akhirnya disalurkan merata ke bawah tanah.

9.5 Pondasi sumuran

Jenis pondasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan titik-titik yang pasti di mana jarak antar dua titik terbentang sebuah balok beton.

9.6 Pondasi tiang pancang kayu

Untuk pembangunan berskala kecil digunakan tiang pancang kayu. Ujung kepala tiang pancang kayu harus berada dibawah muka air tanah yang paling rendah, sehingga sebuah beton penegak hampir selalu digunakan.

9.7 Pondasi tiang pancang beton

Ada perbedaan antara tiang pancang pre pabrikasi dengan tiang pancang yang dikerjakan di dalam tanah setempat. Kedua jenis tiang pancang beton ini dibedakan dalam berbagai tipe.

Tiang pancang beton licin:
• Prategang,
• Penulangan tradisional,
• Tiang pancang berhubungan.

Tiang pancang dibentuk dalam tanah, sistem:
• Tiang pancang ‘Atlas’
• Tiang pancang ‘Vibro’
• Tiang pancang bor


4 comments

Pengukuran Variasi Kelompok Dalam Teknik Sipil


Learning Outcomes

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan

  • Mahasiswa dapat mengetahui pengukuran variasi kelompok
  • Mahasiswa  dapat mengunakan pengukuran variasi kelompok dari sebuah data
Outline Materi
  • Rentang Data
  • Varian
  • Simpangan Baku
Pengukuran Variasi Kelompok

Dalam menjelaskan keadaan kelompok, dapat juga didasarkan pada tingkat variasi data yang terjadi pada kelompok tersebut. Untuk mengetahui tingkat variasi kelompok data dapat dilakukan dengan melihat rentang data dan standardeviasi atau simpangan baku dari kelompok data yang diketahui.

1. Rentang Data
     Rentang data range dapat diketahui dengan  mengurangi data terbesardengan data terkecil pada kelompok itu.

Persamaan Rentang Data

R = Xt - Xr

Dimana :
        R =  Rentang
Xt =  Data terbesar dalam kelompok
Xr =  Data trkecil dalam kelompok

 Contoh data kuantitatif

Hasil survei terhadap usia mahasiswa yang mengambil mata kuliah Statistik dan Probabilitas di jurusan Teknik Sipil adalah sebagai berikut:
16,17,17,19,20,18,18,16,17,17,18,19,18,17,20,18
Maka nilai R dari data tersebut adalah :
R = 20 – 16 = 4
Jadi selisish antara usia mahasiswa adalah 4 tahun.

2. Varian
 
Salah satu teknik statistik yang digunakan untuk menjelaskan  homogenitas  kelompok adalah dengan varian. Varian merupakan jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual terhadap rata-rata kelompok.

Untuk memastikan tabel yang dibuat adalah benar, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan;
  •  Jumlah simpangan = 0
  •  Simpangan dapat bernilai minus
  •  Nilai simpangan selalu pengurangan dari nilai terhadap rata-rata
Persamaan Varian

a. Untuk Sampel


b. Untuk Populasi



Tabel Untuk Menghitung Varian


3. Standar Deviasi

Akar dari jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual terhadap rata-rata kelompok adalah deviasi standar atau simpangan baku.
  • Untuk Sampel
  • Untuk Populasi


Dalam kasusu tertentu, rata-rata dari 2 kelompok data bisa sama tetapi standar deviasi bisa berbeda  atau sebaliknya.

Contoh :

  Data kelompok I  = 4,6,8,10,12,14,16
  Data kelompok II = 104, 106, 108, 110,112,114,116
  Rata – rata kelompok I = 10
  Rata – rata kelompok II = 110
  Simpangan baku kelompok I = 4,32
  Simpangan baku kelompok II = 4,32
 
Untuk hal ini, maka perlu dihitung koefisien variasinya dengan rumus :
 Persamaan Koefisien Variasi

Kv = ( S : X ) . 100%

Dimana :

S =  Simpangan baku
X =  Rata - rata

Jadi Kv adalah :

Kelompok I =  (4,32 : 10) . 100% = 43,2%
Kelompok II = (4,32 : 110) . 100% = 3,93% 

Standar Deviasi untuk Data Bergolong
Standar deviasi dari data yang telah  disusun dalam tabel distribusi frekuensi (dta bergolong), dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut;


Data bergelombang dapat dihitung dengan membuat  tabulasi data seperti berikut;





7 comments

Metode Pemilihan Penyedia Bahan Kontruksi

Metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi

1 PELELANGAN UMUM 
Pelelangan Umum adalah metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang memenuhi syarat.





Kriteria pelelangan Umum untuk Pekerjaan Konstruksi:
  • Nilai pekerjaan > Rp. 5 Milyar
  • Diperuntukkan bagi Perusahaan Non Kecil (Gred 5, 6 dan 7)
  • Dapat dikerjakan oleh semua penyedia

Metode Penilaian Kualifikasi Pelelangan Umum
  1. Metode Prakualifikasi
  2. Metode Pascakualifikasi
  • Prakualifikasi
  1. Prakualifikasi  adalah proses penilaian kualifikasi yang dilakukan sebelum pemasukan penawaran.
  2. Kualifikasi merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa.
  3. Prakualifikasi dilakukan untuk pekerjaan yang bersifat komplek.
  4. Proses prakualifikasi menghasilkan daftar calon penyedia.
  5. Pekerjaan Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi, mempunyai risiko tinggi, mengunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai di atas 100 Milyar

Contoh pekerjaan komplek :
  1. Pembangunan Gedung Bertingkat/Pembangunan jalan dan jembatan/Pembangunan Irigasi/ dll dengan Pagu Anggaran Rp. 120 Milyar
  2. Pekerjaan konstruksi dalam laut
  3. Pembuatan konstruksi tangki-tangki gas/minyak
  4. Pembuatan konstruksi pabrik bahan kimia dll
  • Pascakualifikasi 

  1. Pascakualifikasi adalah proses penilaian kualifikasi yang dilakukan setelah pemasukan penawaran. 
  2. Pascakualifikasi dilaksanakan untuk pekerjaan yang bersifat tidak komplek.
Contohnya :
Pekerjaan konstruksi, seperti : pembangunan gedung, jalan, jembatan, irigasi, dll yang nilainya anggarannya Rp. 5 Milyar s/d Rp. 100 Milyar
Metode Pemasukan Dokumen Penawaran 

  • Metode satu sampul yaitu penyampaian dokumen penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi, teknis dan penawaran harga yang dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup.
  • Metode dua sampul yaitu penyampaian dokumen  penawaran yang persyaratan administrasi dan teknis dimasukkan dalam sampul tertutup I, sedangkan harga penawaran dimasukkan dalam sampul tertutup II, selanjutnya sampul I dan sampul II dimasukkan kedalam satu sampul.
  • Metode dua tahap yaitu penyampaian dokumen penawaran yang persyaratan administrasi dan teknis dimasukkan dalam sampul tertutup I, sedangkan harga penawaran dimasukkan dalam sampul II, yang penyampaiannya dilakukan dalam 2 (dua) tahap secara terpisah dan dalam waktu yang berbeda.  

Metode satu sampul digunakan untuk pekerjaan barang/jasa yang sederhana, dimana evaluasi teknis tidak dipengaruhi oleh harga :

  1. Pekerjaan yang bersifat sederhana dengan standar harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah
  2. Pengadaan jasa konsultansi dengan KAK yang sederhana
  3. Pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang spesifikasi teknis atau volumenya dapat dinyatakan secara jelas dalam dokumen pengadaan

Metode Dua Sampul digunakan untuk pengadaan barang/jasa dimana evaluasi teknis dipengaruhi oleh penawaran harga :
  1. Pekerjaan barang/pek. Konstruksi/jasa lainnya yang menggunakan evaluasi sistem nilai atau sistem biaya umur ekonomis
  2. Pengadaan jasa konsultansi

Metode Dua Tahap digunakan untuk pengadaan barang/pekerjaan konstruksi/ jasa lainnya yang memiliki karakteristik sbb :
  1. Pekerjaan bersifat komplek
  2. Memenuhi kriteria tertentu dari keseluruhan sistem, termasuk pertimbangan kemudahan atau efisiensi pengoperasian dan pemeliharaan peralatannya.
  3. Mempunyai beberapa alternatif penggunaan sistem dan desain penerapan teknologi yang berbeda
  4. Membutuhkan waktu evaluasi teknis yang lama 
  5. Membutuhkan penyeteraan teknis.

Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan Pelelangan Umum Prakualifikasi dengan metode Dua Sampul

  1. Pengumuman atau undangan prakualifikasi
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi
  3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi
  4. Pembuktian kualifikasi
  5. Penetapan hasil kualifikasi
  6. Pengumuman hasil kualifikasi
  7. Sanggahan kualifikasi
  8. Undangan
  9. Pengambilan dokumen penawaran
  10. Pemberian penjelasan
  11. Pemasukan dokumen penawaran
  12. Pembukaan dokumen penawaran sampul I
  13. Evaluasi dokumen penawaran sampul  I
  14. Pemberitahuan dan pengumuman peserta yang lulus evaluasi sampul I
  15. Pembukaan dokumen penawaran sampul II
  16. Evaluasi dokumen penawaran sampul II
  17. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
  18. Penetapan pemenang
  19. Pengumuman pemenang
  20. Sanggahan
  21. Sanggahan banding (apabila diperlukan)
  22. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  23. Kontrak
  24. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)


Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan Pelelangan Umum Prakualifikasi dengan metode Dua Tahap

  1. Pengumuman prakualifikasi dan/atau undangan prakualifikasi
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi
  3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi
  4. Pembuktian kualifikasi
  5. Penetapan hasil kualifikasi
  6. Pengumuman hasil kualifikasi
  7. Sanggahan kualifikasi
  8. Undangan 
  9. Pengambilan dokumen pemilihan
  10. Pemberian penjelasan
  11. Pemasukan dokumen penawaran tahap I
  12. Pembukaan dokumen penawaran tahap I
  13. Evaluasi dokumen penawaran tahap I
  14. Melakukan penyetaraan teknis apabila diperlukan kecuali untuk metode evaluasi sistem nilai
  15. Penetapan peserta yang lulus evaluasi tahap I
  16. Pemberitahuan dan pengumuman peserta yang lulus evaluasi tahap I
  17. Pemasukan dokumen penawaran tahap II
  18. Pembukaan dokumen penawaran  tahap II
  19. Evaluasi dokumen penawaran tahap II
  20. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
  21. Penetapan pemenang
  22. Pengumuman pemenang 
  23. Sanggahan 
  24. Sanggahan banding
  25. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  26. Kontrak
  27. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)

Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan Pelelangan Umum Prakualifikasi dengan metode Satu Sampul

  1. Pengumuman dan/atau undangan prakualifikasi
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi
  3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi
  4. Pembuktian kualifikasi
  5. Penetapan hasil kualifikasi
  6. Pengumuman hasil kualifikasi
  7. Sanggahan kualifikasi
  8. Undangan
  9. Pengambilan dokumen pemilihan
  10. Pemberian penjelasan
  11. Pemasukan dokumen penawaran
  12. Pembukaan dokumen penawaran
  13. Evaluasi dokumen penawaran
  14. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
  15. Penetapan pemenang
  16. Pengumuman pemenang
  17. Sanggahan
  18. Sanggahan banding
  19. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  20. Kontrak
  21. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)

2. PELELANGAN TERBATAS

Pelelangan Terbatas adalah metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi dengan jumlah penyedia yang mampu melaksanakan dinyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang komplek
Metode Penilaian Kualifikasi Pelelangan Terbatas yaitu metode Prakualifikasi
Kriteria Pelelangan Terbatas untuk Pekerjaan  konstruksi :
  • Pekerjaan Komplek
  • Pekerjaan tersebut hanya dapat dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu/terbatas
  • Nilai pekerjaan > Rp. 200 juta

Contohnya :
  • Pekerjaan Penggantian Gardu Tol Dengan Desain Baru Tahun 2013
  • Pengadaan Blangko-blangko Administrasi Kependudukan berupa Blangko KTP dan KK
  • Pekerjaan Pengadaan Pembangunan 1 (Satu) unit Kapal Penyelamatan (Rescue Boat) Bahan Aluminium Panjang 59 M untuk Wilayah Indonesia Barat dll

Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan Pelelangan Terbatas dengan metode Dua Sampul

  1. Pengumuman atau undangan prakualifikasi
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi
  3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi
  4. Pembuktian kualifikasi
  5. Penetapan hasil kualifikasi
  6. Pengumuman hasil kualifikasi
  7. Sanggahan kualifikasi
  8. Undangan
  9. Pengambilan dokumen penawaran
  10. Pemberian penjelasan
  11. Pemasukan dokumen penawaran
  12. Pembukaan dokumen penawaran sampul I
  13. Evaluasi dokumen penawaran sampul  I
  14. Pemberitahuan dan pengumuman peserta yang lulus evaluasi sampul I
  15. Pembukaan dokumen penawaran sampul II
  16. Evaluasi dokumen penawaran sampul II
  17. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
  18. Penetapan pemenang
  19. Pengumuman pemenang
  20. Sanggahan
  21. Sanggahan banding (apabila diperlukan)
  22. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  23. Kontrak
  24. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)
Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan Pelelangan Terbatas dengan metode Dua Tahap

  1. Pengumuman prakualifikasi dan/atau undangan prakualifikasi
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi
  3. Pemasukan dan evaluasi dokumen kualifikasi
  4. Pembuktian kualifikasi
  5. Penetapan hasil kualifikasi
  6. Pengumuman hasil kualifikasi
  7. Sanggahan kualifikasi
  8. Undangan 
  9. Pengambilan dokumen pemilihan
  10. Pemberian penjelasan
  11. Pemasukan dokumen penawaran tahap I
  12. Pembukaan dokumen penawaran tahap I
  13. Evaluasi dokumen penawaran tahap I
  14. Melakukan penyetaraan teknis apabila diperlukan kecuali untuk metode evaluasi sistem nilai
  15. Penetapan peserta yang lulus evaluasi tahap I
  16. Pemberitahuan dan pengumuman peserta yang lulus evaluasi tahap I
  17. Pemasukan dokumen penawaran tahap II
  18. Pembukaan dokumen penawaran  tahap II
  19. Evaluasi dokumen penawaran tahap II
  20. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
  21. Penetapan pemenang
  22. Pengumuman pemenang 
  23. Sanggahan 
  24. Sanggahan banding
  25. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  26. Kontrak
  27. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)
Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan Pelelangan Terbatas dengan metode Satu Sampul

  1. Pengumuman 
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan
  3. Pemberian penjelasan
  4. Pemasukan dokumen penawaran
  5. Pembukaan dokumen penawaran
  6. Evaluasi penawaran
  7. Evaluasi kualifikasi
  8. Pembuktian kualifikasi
  9. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
  10. Penetapan pemenang
  11. Pengumuman pemenang
  12. Sanggahan
  13. Sanggahan banding
  14. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  15. Kontrak
  16. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)

3. PEMILIHAN LANGSUNG

Pemilihan Langsung adalah metode pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp. 5 Milyar.
Kriteria metode pemilihan langsung :
  • Nilai pekerjaan, Rp. 200 juta s/d Rp. 5 Milyar
  • Pekerjaan bersifat tidak komplek/sederhana
  • Tidak membutuhkan teknologi tinggi
  • Dapat diikuti oleh semua penyedia
Contohnya :
  • Rehabilitasi Gedung, Jalan, jembatan, irigasi, drainase, dll.
  • Pembangunan Gedung, jalan, jembatan, saluran irigasi, bendungan, drainase, dll

Tahapan Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dengan Metode Pemilihan Langsung

  1. Pengumuman
  2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen
  3. Pemberian penjelasan
  4. Pemasukan dokumen penawaran
  5. Pembukaan dokumen penawaran
  6. Evaluasi penawaran
  7. Evaluasi kualifikasi
  8. Pembuktian kualifikasi
  9. Pembuatan berita acara hasil pemilihan
  10. Penetapan pemenang
  11. Pengumuman pemenang
  12. Sanggahan
  13. Sanggahan banding
  14. SPPBJ (Surat Penetapan Penyedia Barang/Jasa)
  15. Kontrak
  16. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)

4. PENUNJUKAN LANGSUNG
Penunjukan Langsung adalah metode pemilihan penyedia barang/jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) penyedia barang/jasa.
Penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dapat dilakukan dalam hal :
  1. Keadaan tertentu
  2. Pengadaan barang khusus/pekerjaan konstruksi khusus/ jasa lainnya yang bersifat khusus

Kriteria keadaan tertentu yang memungkinkan dilakukan penunjukan langsung , meliputi :

  • Penanganan darurat yang tidak bisa direncanakan sebelumnya dan waktu penyelesaian pekerjaannnya harus segera/tidak dapat ditunda :
  1. Pertahanan negara
  2. Keamanan dan ketertiban masyarakat
  3. Keselamatan/perlindungan masyarakat
  4. Akibat bencana alam
  5. Dalam rangka pencegahan bencana
  • Akibat kerusakan sarana/prasarana yang dapat menghentikan kegiatan pelayanan publik.
  • Pekerjaan penyelenggaraan persiapan konferensi yang mendadak untuk menindaklanjuti komitmen internasionalyang dihadiri oleh Presiden/Wakil presiden
  • Kegiatan yang menyangkut pertahanan negara yang ditetapkan oleh menteri pertahanan negara serta menyangkut keamanan dan ketertiban masyarakat yang ditetapkan oleh Kapolri
  • Kegiatan yang bersifat rahasia untuk kepentingan intelijen
  • Barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang spesifik dan hanya dapat dilakukan oleh 1 penyedia karena 1 pabrikan, atau 1 pemegang hak paten. 

Kriteria Pekerjaan konstruksi khusus, meliputi :

  • Pekerjaan konstruksi bangunan yang merupakan satu kesatuan sistem konstruksi dan satu kesatuan tanggung jawab atas resiko kegagalan bangunan
  • Pekerjaan konstruksi yang bersifat komplek yang hanya dapat dilaksanakan dengan penggunaan teknologi khusus dan hanya ada 1 penyedia yang mampu
  • Pekerjaan pengadaan prasarana, sarana dan utilitas umum dilingkungan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dilaksanakan oleh pengembang/developer yang bersangkutan.  

Tahapan Pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi untuk penanganan darurat dengan metode penunjukan langsung : 

1. PPK dapat menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), kepada :
  • Penyedia terdekat yang sedang melaksanakan pekerjaan sejenis
  • Penyedia lain yang dinilai mampu dan memenuhi kualifikasi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
2. Proses dan administrasi penunjukan langsung dilakukan secara simultan :
  • Opname pekerjaan dilapangan
  • Penetapan jenis, spesifikasi teknis dan volume pekerjaan serta waktu penyelesaian pekerjaan
  • Penyusunan dan penetapan HPS
  • Penyusunan dokumen pengadaan
  • Penyampaian dokumen pengadaan kepada penyedia
  • Pemasukan dokumen penawaran
  • Pembukaan dokumen penawaran
  • Klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga
  • Penyusunan berita acara hasil penunjukan langsung
  • Penetapan penyedia 
  • Pengumuman penyedia
  • SPPBJ (Surat Penetapan Pengadaan Barang/Jasa)
  • Kontrak
Tahapan Pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi untuk  bukan penanganan darurat dengan metode penunjukan langsung : 

  1. Undangan kepada peserta terpilih dilampiri dokumen pengadaan
  2. Pemasukan dokumen kualifikasi
  3. Evaluasi kualifikasi
  4. Pembuktian kualifikasi
  5. Pemberian penjelasan
  6. Pemasukan dokumen penawaran
  7. Evaluasi penawaran serta klarifikasi dan negosiasi teknis dan harga
  8. Penyusunan berita acara hasil penunjukan langsung
  9. Penetapan penyedia
  10. Pengumuman penyedia
  11. SPPBJ (surat penetapan penyedia barang/jasa)
  12. Kontrak
  13. SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja)
5. PENGADAAN LANGSUNG

Pengadaan Langsung adalah pengadaan barang/jasa langsung kepada penyedia barang/jasa tanpa melalui pelelangan/ seleksi/penunjukan langsung.
Pengadaan langsung dapat dilakukan dengan ketentuan :
  • Nilai pekerjaan, Rp. 50 Juta s/d Rp. 200 Juta
  • Kebutuhan operasional K/L/D/I
  • Teknologi sederhana
  • Resiko kecil
  • Dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa usaha orang-perseorangan dan/atau badan usaha kecil serta koperasi kecil.
Contohnya :
  • Rehabilitasi Gedung kuliah fakultas teknik, dengan HPS : Rp. 180 juta
  • Pembangunan Pos Satpam, dengan HPS : Rp. 140 Juta
  • Pengadaan Bahan Bangunan Batu Bata, dengan HPS : Rp. 60 Juta 

Tahapan Pemilihan Penyedia Barang/jasa dengan Metode Pengadaan Langsung :

  1. Pembelian/pembayaran langsung kepada penyedia untuk pengadaan barang/jasa lainnya yang menggunakan bukti pembelian dan kuitansi serta pengadaan pekerjaan konstruksi yang menggunakan kuitansi.
  2. Permintaan penawaran yang disertai dengan klarifikasi serta negosiasi teknis dan harga kepada penyedia untuk pengadaan langsung yang menggunakan SPK. 
7 comments

Rekayasa Tranportasi Teknik Sipil


Transportasi dapat diartikan yaitu sebagai usaha memindahkan, menggerakkan, mengangkut atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke tempat lain, dimana ditempat lain objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat berguna untuk tujuan-tujuan tertentu.
Alat pendukung yang akan dipakai dalam proses pindah, angkut, gerak sangat tergantung dengan :
1. Bentuk objek yang akan dipindah
2. Jarak antara suatu tempat dengan tempat lain
3. Maksud objek yang akan dipindah


Standar kuantitas dan kualitas alat pendukung tersebut dapat diidentifikasikan sbb :
1. Aman, apakah objek yang diangkut aman selama proses perpindahan dan mencapai tujuan dalam keadaan utuh
2. Cepat, apakah objek yang diangkut dapat mencapai tujuan sesuai dengan batasan waktu yang telah ditentukan
3. Lancar, apakah selama proses perpindahan, objek yang diangkut tidak mengalami hambatan atau kendala
4. Nyaman, apakah selama proses perpindahan objek yang diangkut terjaga keutuhannya dan situasi bagi pengangkut menyenangkan
5. Ekonomis, apakah proses perpindahan tidak memakan biaya yang tinggi dan merugikan objek yang diangkut.
6. Terjamin Kesediaanya, alat pendukung selalu tersedia kapan saja objek yang diangkut membutuhkannya, tanpa memperdulikan waktu dan tempat. 

Karakteristik Sistem Transportasi
1. Sarana Perhubungan yaitu jalan raya atau jalur yang menghubungkan dua titik atau lebih. Misalnya jalan darat, jalur laut, jalur udara
2. Kendaraan yaitu alat yang memindahkan manusia dan barang dari satu titik ke titik lainnya. Misalnya : mobil, kapal laut, pesawat terbang, dll
3. Terminal, yaitu titik-titik dimana perjalanan orang dan barang dimulai atau berakhir. Misalnya : garasi mobil, lapangan parkir, terminal bis, bandar udara, pelabuhan, dll
4. Manajemen dan Tenaga Kerja, yaitu orang-orang yang membuat, mengoperasikan, mengatur dan memelihara sarana perhubungan kendaran dan terminal.

Peranan Transportasi
1. Aspek sosial dan budaya
2. Aspek politis dan pertahanan
3. Aspek hukum
4. Aspek teknik
5. Aspek ekonomi

Beberapa Faktor yang mempengaruhi Perkembangan Transportasi dimasa akan datang, menurut Hay (1977) :
1. Ekonomi
Alasan ekonomi biasanya merupakan dasar dari dikembangkannya sistem transportasi, dengan tujuan utama untuk mengurangi biaya produksi dan distribusi serta untuk mencari sumber daya alam dan menjangkau pasar yang lebih luas.
2. Geografi
Alasan dikembangkannya sistem transportasi pada awalnya adalah untuk mengatasi keadaan alam setempat dan kemudian berkembang dengan upaya untuk mendekatkan sumber daya dengan pusat produksi dan pasar.
3. Politik
Alasan dikembangkannya suatu sistem transportasi secara politik adalah untuk menyatukan daerah-daerah dan mendistribusikan kemakmuran ke seluruh pelosok suatu negara tertentu.
4. Pertahanan dan Keamanan
Alasan dikembangkannya sistem transportasi dari segi pertahanan dan keamanan negara adalah untuk keperluan pembelaan diri dan menjamin terselenggaranya pergerakan dan akses yang cepat ke tempat-tempat strategis, misalnya daerah perbatasan negara, pusat-pusat pemerintahan dan instalasi penting lainnya.
5. Teknologi
Penemuan-penemuan teknologi baru akan mendorong kemajuan dikeseluruhan sistem transportasi. 
Contohnya : ditemukannya mesin uap atau mesin bakar, teknologi informasi dan komunikasi, dll 
6. Kompetisi
Dengan adanya persaingan, baik antar moda maupun dalam bentuk lainnya seperti pelayanan, material, dll secara tidak langsung akan mendorong perkembangan sistem transportasi dalam rangka memberikan pilihan yang terbaik.
7. Urbanisasi
Dengan makin meningkatnya arus urbanisasi maka pertumbuhan kota-kota akan semakin meningkat dan dengan sendirinya kebutuhan jaringan transportasi untuk menampung pergerakan warga kotanya pun akan semakin meningkat.

Jenis Alat atau Moda Transportasi
1. Angkutan Bermotor dan Jalan Raya (motor/road/highway transportation)
2. Angkutan Kereta Api (rail road railway)
3. Angkutan Laut (water/sea transportation)
4. Angkutan Udara (air transportation)
5. Angkutan Pipa (pipelene)

Sistem Transportasi Nasional
Sistem transportasi nasional adalah tatanan transportasi yang terorganisasi secara kesisteman terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai dan danau, transportasi penyeberangan, transportasi laut, transportasi udara, serta transportasi pipa yang masing-masing terdiri dari sarana dan prasarana.

Transportasi Darat
1. Jaringan Pelayanan : angkutan penumpang dan angkutan barang
2. Jaringan Prasarana : terminal penumpang dan terminal barang
  • Terminal penumpang : terminal tipe A, tipe B dan tipe C
  • Terminal barang : terminal utama, terminal pengumpan, dan terminal lokal
Transportasi Laut

1. Jaringan Pelayanan : 
  • Jaringan trayek transportasi laut dalam negeri
  • Jaringan trayek transportasi laut luar negeri

2. Jaringan trayek transportasi dalam negeri :
  • Jaringan trayek transportasi laut utama, yang menghubungkan antar pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi
  • Jaringan trayek transportasi laut pengumpan, yang menghubungkan pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat akumulasi dan distribusi. 
3. Jaringan Prasarana : 
  • Pelabuhan Umum, digunakan untuk kepentingan umum luar negeri dan dalam negeri sesuai ketetapan pemerintah dan mempunyai kapasitas karantina, imigrasi, beacukai, penjagaan dan penyelamatan.
  • Pelabuhan Khusus, digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu.
Jenis-jenis kapal berdasarkan tenaga penggerak :
  1. Kapal bertenaga manusia (Pendayung)
  2. Kapal layar
  3. Kapal uap
  4. Kapal diesel atau kapal motor
  5. Kapal Nuklir
  6. Kapal perang
Jenis-jenis kapal berdasarkan fungsinya :
  1. Kapal penumpang 
  2. Kapal barang
  3. Kapal tanker
  4. Kapal feri
  5. Kapal pemecah es
  6. Kapal tunda 
  7. Kapal pandu
  8. Tonkang
  9. Kapal tender
  10. Kapal Ro-Ro
  11. Kapal dingin beku
  12. Kapal keruk
  13. Kapal peti kemas / kapal container
  14. Kapal pukat harimau
Peringkat pelabuhan dunia berdasarkan volume lalu lintas muatan kargo container :
  1. Pelabuhan Hongkong (Tiongkok)
  2. Pelabuhan Singapura (Singapura)
  3. Pelabuhan Shianghai (Tiongkok)
  4. Pelabuhan Shenzhen (Tiongkok)
  5. Pelabuhan Pusan (Korea Selatan)
  6. Pelabuhan Kaohsiung (Taiwan)
  7. Pelabuhan Rotterdam (Belanda)
  8. Pelabuhan Los Angeles (Amerika Serikat)
  9. Pelabuhan Hamburg (Jerman)
  10. Pelabuhan Dubai (Uni Emirat Arab)
  11. Pelabuhan Antwerp (Belgia)
  12. Pelabuhan Long Beach (USA)
  13. Pelabuhan Klang (Malaysia)
  14. Pelabuhan Qingdau (Tiongkok)
  15. Pelabuhan New York/New Jersey (Amerika Serikat)
  16. Pelabuhan Jakarta (Indonesia)
Pelabuhan di Indonesia (Internasional) :
  1. Sabang (Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam) 
  2. Belawan (Provinsi Sumatra Utara) 
  3. Sibolga (Provinsi Sumatra Utara) 
  4. Teluk Bayur (Provinsi Sumatera Barat) 
  5. Dumai (Provinsi Riau) 
  6. Batam (Provinsi Kepulauan Riau) 
  7. Tanjung Api-Api dalam satu system dengan Palembang(Sumatra Selatan) 
  8. Panjang (Provinsi Lampung) 
  9. Tanjungpriok (Provinsi DKI Jakarta) dalam satu sistem dengan Bojonegara (Provinsi Banten) 
  10. Arjuna (Provinsi Jawa Barat) 
  11. Tanjung Emas (Provinsi Jawa Tengah) 
  12. Tanjung Intan (Provinsi Jawa Tengah) 
  13. Tanjung Perak dalam satu system dengan Tanjung Bumi (Provinsi Jawa Timur) 
  14. Benoa (Provinsi Bali)
  15. Pontianak (Provinsi Kalimantan Barat) 
  16. Banjarmasin (Provinsi Kalimantan Selatan) 
  17. Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur) 
  18. Tarakan (Provinsi Kalimantan Timur) 
  19. Bitung (Provinsi Sulawesi Utara) 
  20. Pantoloan (Provinsi Sulawesi Tengah) 
  21. Makasar (Provinsi Sulawesi Selatan) 
  22. Tenau (Provinsi Nusa Tenggara Timur)
Transportasi Udara
1. Jaringan Pelayanan
  • Berdasarkan wilayah pelayanannya, rute penerbangan dibagi menjadi rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan luar negeri
  • Jaringan pelayanan transportasi udara dibagi menjadi pelayanan komersial dan pelayanan non komersial
  • Kegiatan transportasi udara terdiri dari : angkutan udara niaga dan angkutan bukan niaga.
2. Jaringan Prasarana Transportasi Udara

Berdasarkan penggunaanya, bandar udara dikelompokkan menjadi :
  • Bandar Udara yang terbuka untuk melayani angkutan udara keluar negeri dan dalam negeri
  • Bandar udara yang tidak terbuka untuk melayani angkutan udara ke/dari luar negeri
Berdasarkan statusnya, bandar udara dikelompokkan menjadi :
  • Bandar udara umum yang digunakan untuk melayani kepentingan umum
  • Bandar udara khusus yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu.
2 comments

Tegangan Geser dalam Ilmu Teknik Sipil

Tegangan geser terjadi pada 2 macam pembebanan:
 akibat beban lengkungØ
 akibat beban puntirØ
1) Tegangan geser akibat beban lengkung
a) Shear flow dan shear stress
Suatu balok mendapat beban lengkung dan kita lihat suatu elemen dengan panjang dx dan lebar b pada penampang tegak. Pada arah meninggi, dibuat elemen dengan tebal dy. Pada ujung kiri bekerja momen lengkung sebesar MA dan pada elemen seluas bdy bekerja tegangan normal sebesar , sehingga terjadi gaya sebesar .
Pada ujung kanan bekerja momen lengkung sebesar MB yang menghasilkan tegangan normal sebesar , sehingga terjadi gaya sebesar .
Resultan dari kedua gaya ini adalah

Karena MB = MA + dM dan y adalah lengan luasan bdy terhadap sumbu Z (neutral axis, sumbu netral) jadi ybdy adalah momen statis Q terhadap sumbu Z, maka hasil di atas menjadi .
Kita lihat dF bekerja pada panjang dx (dari luasan sisi bawah atau atas bdx), maka gaya geser per satuan panjang menjadi

dengan V adalah gaya geser atau gaya lintang
q kita sebut shear flow, yaitu gaya geser per satuan panjang.
Dari segi lain, dF bekerja pada luasan sebesar bdx (pada penampang datar) mengakibatkan tegangan geser t sebesar

yaitu shear flow dibagi lebar atau tebal, tetapi juga

Rumus di atas diturunkan untuk suatu penampang pejal.
Penampang terbuka berdinding tipis
Untuk penerapan pada suatu penampang terbuka berdinding tipis, momen statis Q untuk menghitung q dan t dimulai dari ujung tanpa beban. Lihat contoh.
Jika suatu flange sangat lebar, maka cara di atas tidak lagi benar meskipun Q dimulai dari ujung tanpa beban. Karena itu, di BKI untuk perhitungan girder, lebar efektif harus dibaca dari tabel.
Contoh soal:

Diketahui:
Penampang melintang kapal dengan bentuk dan ukuran seperti pada gambar. Pada penampang ini bekerja gaya lintang V 1 MN. Titik B di tengah AC, titik D di tengah CE dan titik F di tengah EG
Hitung:
Tegangan geser pada titik-titik A s/d G
Jawab:
 Menghitung titik berat dan momen inersia penampangØ
item Hor [m] Ver [m] area A [m2] Lengan l [m] Al Al2 hv3/12
ABC 4.5 0.007 0.0315 9 0.2835 2.5515 1.286e-7
CDE 0.008 9 0.072 4.5 0.324 1.458 0.486
EFG 8 0.009 0.072 0 0 0 4.86e-7
S = 0.1755 0.6075 4.0095 0.486001
KG = 0.6075 m3/0.1755 m2 = 3.4615 m
I terhadap alas = (4.0095 + 0.486001) m4 = 4.495501 m4
IKG = 4.495501 m4 - 0.1755 m2.( 3.4615 m)2 = 2.392616 m4
 Menghitung momen statis, shear flow dan tegangan geserØ
item Hor [m] Ver [m] Lengan [m] Luas A Lengan thd NA [m] Al [m3] SAl = Q q t
A 0 0 0 0 0
(A)B 2.25 0.007 9 0.01575 5.53846 0.08723 0.08723 36458 2604166
(B)C 2.25 0.007 9 0.01575 5.53846 0.08723 0.17446 72917 5208332
C(D) 0.008 0.17446 72917 4557290
(C)D 0.008 4.5 6.75 0.036 3.28846 0.11839 0.29285 122396 7649738
(D)E 0.008 4.5 2.25 0.036 -1.21154 -0.0436 0.24923 104167 6510415
E(F) 0.009 0.24923 104167 5787036
(E)F 4 0.009 0 0.036 -0.12462 -0.12462 0.12462 52083 2893518
(F)G 4 0.009 0 0.036 -0.12462 -0.12462 0 0 0

Titik B dihitung sebagai ujung batang AB, karena itu huruf A ditulis dalam tanda kurung. Dalam perhitungan di atas, momen inersia dihitung hanya untuk setengah penampang, demikian juga momen statis hanya untuk bagian kiri penampang, jadi lengkapnya adalah 2I dan 2Q. Dalam teori di atas, perhitungan dilakukan untuk seluruh penampang. Tetapi karena rumus untuk shear flow maka faktor 2 dalam 2Q dan 2I dapat dicoret, hingga hasilnya benar. Tetapi rumus tegangan geser adalah dan b adalah untuk seluruh penampang, maka b harus diambil jumlah b kiri dan b kanan = 2*tebal.
Selain itu, karena penampang ini simetris, maka pada titik G, momen statis Q terhadap sumbu netral harus = 0 hingga tegangan geser t =0.
Penampang tertutup berdinding tipis
Yang dimaksud dengan penampang tertutup berdinding tipis adalah penampang yang kalau dipotong di sebarang titik, penampang itu tidak menjadi 2 bagian yang terpisah. Jika harus memotong 1 kali lagi (total ada 2 potongan) baru terpisah jadi 2, penampang disebut singly connected dan ada 1 cell atau cincin. Jika harus memotong 2 kali lagi (total 3 potongan), penampang disebut doubly connected dan ada 2 cell atau cincin atau secara umum multiple connected.

Contoh penampang tertutup adalah penampang kapal dengan alas ganda (gabungan open dan closed), penampang kapal tanker.
Dalam pembahasan di atas, perhitungan dimulai dari titik yang tegangan gesernya = 0. Pada penampang tertutup, titik itu tidak diketahui letaknya. Jadi masalahnya menjadi statis tak tentu, maka untuk penyelesaiannya dibutuhkan persamaan lagi. Langkah penyelesaiannya adalah dengan memotong (cut) penampang semula di satu atau lebih titik hingga penampang menjadi penampang terbuka dan dihitung tegangan gesernya sebagai penampang terbuka. Banyaknya potongan atau cut harus sesedikit mungkin. Lalu diberikan koreksi supaya kembali ke keadaan tanpa potongan.
Suatu penampang terbuka yang ujung-ujungnya bersinggungan dan mendapat beban geser, akan mengalami "warping", salah satu ujung bergerak ke kiri dari bidang penampang semula (bukan bidang potongan atau cut), sedang ujung yang lain bergerak ke kanan. Besarnya pergeseran pada penampang terbuka diberikan oleh rumus:

Integral ini dilakukan sekeliling tiap sel

Supaya ujung-ujung ini bertemu kembali, harus diberikan shear flow koreksi yang memberikan deformasi pada arah berlawanan, sehingga ujung-ujung ini bertemu kembali, sesuai keadaan kalau tidak dipotong. Ini berarti slip harus = 0, sehingga rumus di atas menjadi

Dengan rumus ini G dibuang dan slip akibat shear flow untuk penampang terbuka dijadikan nol dengan memberikan shear flow koreksi sebagai berikut:

Karena shear flow koreksi adalah konstan dan dan V dan I konstan, maka harga-harga konstan ini dapat dikeluarkan dari integral, sehingga rumus di atas menjadi

Jadi ada N persamaan untuk N yang dicari sehingga semua qi dapat dihitung. Hasilnya kemudian dijumlahkan dengan hasil shear flow untuk penampang terbuka

dengan
q0 = shear flow penampang terbuka
q1 = shear flow koreksi untuk cell 1
q2 = shear flow koreksi untuk cell 2
dan seterusnya.
Penjumlahan dilakukan pada tiap "batang" yang terkait dengan suatu cell atau cincin tertentu.
Jika dilihat lebih jauh, dalam hubungan q = VQ/I, harga gaya geser V dan momen inersia penampang I adalah sama, maka dapat dicoret dari ruas kiri dan kanan, sehingga persamaan di atas menjadi

Dalam pelaksanaannya, ada 2 perjanjian tanda yang harus diperhatikan:
 perjanjian tanda dalam menghitung Qi untuk mendapatkan qi. Integrasi dimulai dari titik potong (cut) dan harga lengan berubah tanda jika menyeberangi sumbu netralØ
 perjanjian tanda dalam integrasi siklis dan . Setelah letak titik potong ditentukan, maka arah shear flow menjadi tertentu. Perjanjian tandanya adalah: q0 berharga positif jika arah q0 adalah searah jarum jam dalam cell tersebut. Perjanjian yang sama dipakai untuk qi.Ø

Contoh soal:

Diketahui:
Penampang melintang kapal dengan bentuk dan ukuran seperti pada gambar. Pada penampang ini bekerja gaya lintang V 1 MN. Titik B di tengah AC, titik D di tengah CE dan titik F di tengah EG dan seterusnya
Hitung:
Tegangan geser pada titik-titik A s/d U
Jawab:
Penampang ini mempunyai 2 cell atau cincin, yaitu ACGKA dan AKMQA. Karena itu dibutuhkan paling sedikit 2 potongan atau cut untuk merubah penampang ini menjadi penampang terbuka. Potongan kita lakukan di kiri dan kanan titik A dan kita hitung shear flow sebagai penampang terbuka

Jawab:
1. Menghitung titik berat dan momen inersia penampang
Item Hor [m] Ver [m] area A [m2] Lengan l [m] Al Al2 hv3/12
XBC 8 0.007 0.056 9 0.504 4.536 2.2867e-7
CDE 0.008 4.5 0.036 6.75 0.243 1.64025 0.06075
EFG 0.008 4.5 0.036 2.25 0.081 0.18225 0.06075
GHK 8 0.009 0.072 0 0 0 0.486e-7
YRQ 8 0.007 0.056 9 0.504 4.536 2.2867e-7
QPO 0.008 4.5 0.036 6.75 0.243 1.64025 0.06075
ONM 0.008 4.5 0.036 2.25 0.081 0.18225 0.06075
KHG 8 0.009 0.072 0 0 0 0.486e-7
AST 0.006 4.5 0.027 6.75 0.18225 1.230188 0.0455625
TUK 0.006 4.5 0.027 2.25 0.06075 0.136688 0.0455625
S = 0.454 1.899 14.08388 0.3341264
KG = 1.899 m3/0.454 m2 = 4.1828 m
I terhadap alas = (13.0815 + 1.3365014) m4 = 14.418 m4
IKG = 14.418 m4 - 0.454 m2.(4.1828 m)2 = 6.474827 m4

2. Menghitung momen statis dan shear flow penampang terbuka
Cabang XCGK
Item Hor [m] Ver [m] Luas A [m2] Lengan thd alas [m] Lengan thd NA [m] Al [m3] SAl [m3] q0
1 X 0 0 0
2 (X)B 4 0.007 0.028 9 4.817181 0.134881 0.134881 20831.607
3 (B)C 4 0.007 0.028 9 4.817181 0.134881 0.269762 41663.213
4 C(D) 0.008 0.269762 41663.213
5 (C)D 0.008 2.25 0.018 7.875 3.692181 0.066459 0.336221 51927.464
6 (D)E 0.008 2.25 0.018 5.625 1.442181 0.025959 0.362181 55936.721
7 (E)F 0.008 2.25 0.018 3.375 -0.80782 -0.01454 0.347640 53690.986
8 (F)G 0.008 2.25 0.018 1.125 -3.05782 -0.05504 0.292599 45190.258
9 G(H) 0.009 0.292599 45190.258
10 (G)H 0.009 4 0.036 0 -4.18282 -0.150582 0.142018 21933.808
11 (H)K 0.009 4 0.036 0 -4.18282 -0.150582 -0.008564 -1322.642

Cabang AK
Item Hor [m] Ver [m] Luas A Lengan thd alas [m] Lengan thd NA [m] Al [m3] SAl [m3] q0
1 0 0
2 0 0
3 0 0
4 A 0.006 0 0 0
5 (A)S 0.006 2.25 0.0135 7.875 3.692181 0.049844 0.049844 7698.188
6 (S)T 0.006 2.25 0.0135 5.625 1.442181 0.019469 0.069314 10705.13
7 (T)U 0.006 2.25 0.0135 3.375 -0.80782 -0.01091 0.058408 9020.83
8 (U)K 0.006 2.25 0.0135 1.125 -3.05782 -0.04128 0.017128 2645.283
9 0.017128 2645.283
10 0.017128 2645.283
11 0.017128 2645.283

Cabang YQMK
Item Hor [m] Ver [m] Luas A Lengan thd alas [m] Lengan thd NA [m] Al [m3] SAl [m3] q0
1 Y 0 0 0
2 (Y)R 4 0.007 0.028 9 4.817181 0.134881 0.134881 20831.61
3 (R)Q 4 0.007 0.028 9 4.817181 0.134881 0.269762 41663.21
4 Q(P) 0.008 0.269762 41663.21
5 (Q)P 0.008 2.25 0.018 7.875 3.692181 0.066459 0.336221 51927.46
6 (P)O 0.008 2.25 0.018 5.625 1.442181 0.025959 0.362181 55936.72
7 (O)N 0.008 2.25 0.018 3.375 -0.80782 -0.01454 0.34764 53690.99
8 (N)M 0.008 2.25 0.018 1.125 -3.05782 -0.05504 0.292599 45190.26
9 M(L) 0.009 0.292599 45190.26
10 (M)L 0.009 4 0.036 0 -4.18282 -0.150582 0.142018 21933.81
11 (L)K 0.009 4 0.036 0 -4.18282 -0.150582 -0.00856 -1322.64

Gabungkan ketiga tabel
S Al = Q q
1 X Y 0 0
2 (X)B (Y)R 0.269762 41663.21
3 (B)C (R)Q 0.539524 83326.43
4 C(D) A Q(P) 0.539524 83326.43
5 (C)D (A)S (Q)P 0.722287 111553.1
6 (D)E (S)T (P)O 0.793675 122578.6
7 (E)F (T)U (O)N 0.753688 116402.8
8 (F)G (U)K (N)M 0.602326 93025.8
9 G(H) M(L) 0.602326 122578.6
10 (G)H (M)L 0.301163 46512.9
11 (H)K (L)K 0 0
Pada kolom S Al = Q, kita jumlahkan semua Al yang ada dalam baris tersebut. Pada baris 4 dan 7 tidak ada Al, karena pada kedua baris tersebut, kita melewati suatu belokan tanpa ada tambahan Al.
Dalam ketiga cabang, arah positif adalah dari ujung (titik A, P dan Q) ke arah menjauhi ujung.

3. Persamaan untuk shear flow koreksi
Karena ada 2 cell dan 2 shear flow koreksi, maka

atau secara lebih rinci

Hasil semua integral berupa angka sehingga didapat 2 persamaan dengan q1 dan q2 tidak diketahui, hingga dapat diselesaikan.

4. Menghitung koefisien persamaan baris pertama
 Menghitung ruas kanan, yaituØ

o Cell AKGCX
 batang ASTUK§
s = 2.25 m, t = 0.006 m, arah shear flow searah dengan jarum jam
Point q0 FS q0 FS
A(S) 0 1 0
(A)S 7698.1879 4 30792.75174
(S)T 10705.131 2 21410.26228
(T)U 9020.8296 4 36083.31848
(U)K 2645.2834 1 2645.2834
S 90931.61587
?q0ds 68198.712 ?q0ds/t 11366451.98
 batang KHG§
s = 4 m, t = 0.009 m, arah shear flow berlawanan dengan jarum jam
Point q0 FS q0 FS
K(H) 2645.2834 1 2645.2834
(K)H -1322.6417 4 -5290.566741
(H)G 21933.808 1 21933.808
S 19288.52458
?q0ds 25718.033 ?q0ds/t -2857559.197
 batang GFEDC§
s = 2.25 m, t = 0.008 m, arah shear flow berlawanan dengan jarum jam
Point q0 FS q0 FS
G(F) 21933.808 1 21933.808
(G)F 45190.258 4 180761.0303
(F)E 53690.986 2 107381.9718
(E)D 55936.721 4 223746.8851
(D)C 51927.464 1 51927.464
S 585751.1589
?q0ds 439313.37 ?q0ds/t -54914171.15
 batang CBX§
s = 4 m, t = 0.007 m, arah shear flow berlawanan dengan jarum jam
Point q0 FS q0 FS
C(B) 51927.464 1 51927.464
(C)B 20831.607 4 83326.42618
(B)X 41663.213 1 41663.213
S 176917.1029
?q0ds 235889.47 ?q0ds/t -33698495.8

Semua ?q0ds/t kita jumlahkan, didapat = -80103774.16 N/m
 Menghitung ruas kiri, yaitu danØ
 Koefisien untuk q1Ø
o Cell AKGCX
 batang ASTUK, t = 0.006 m§
Point S
(A)S 2.25
(S)T 2.25
(T)U 2.25
(U)K 2.25
S 9
?(1/t)ds 1500
 batang KHG, t = 0.009 m§
Point S
(K)H 4
(H)G 4
S 8
?(1/t)ds 888.89
 batang GFEDC, t = 0.008 m§
Point S
(G)F 2.25
(F)E 2.25
(E)D 2.25
(D)C 2.25
S 9
?(1/t)ds 1125
 batang CBX, t = 0.007 m§
Point S
(C)B 4
(B)X 4
S 8
?(1/t)ds 1142.86
Jumlahkan semua ?(1/t)ds dan didapat S?(1/t)ds = 4656.746
 Koefisien untuk q2Ø
 batang KUTSA, t = 0.006 m§
Point S
(A)S 2.25
(S)T 2.25
(T)U 2.25
(U)K 2.25
S 9
?(1/t)ds 1500
Jadi persamaan baris pertama adalah
4656.746 q1 + 1500 q2 = -80103774.16
5. Menghitung koefisien persamaan baris kedua
 Menghitung ruas kanan, yaituØ
o Cell YQMKA
 batang YRQ§
s = 4 m, t = 0.007 m, arah shear flow searah dengan jarum jam
point q0 FS Q0 FS
Y(R) 0 1 0
(Y)R 20831.6065 4 83326.4262
(R)Q 41663.2131 1 41663.2131
S 124989.639
?q0ds 166652.852 ?q0ds/t 23807550.3
 batang QPONM§
s = 2.25 m, t = 0.008 m, arah shear flow searah dengan jarum jam
point q0 FS q0 FS
Q(P) 41663.2131 1 41663.2131
(Q)P 51927.4637 4 207709.855
(P)O 55936.7213 2 111873.443
(O)N 53690.9859 4 214763.944
(N)M 45190.2576 1 45190.2576
S 621200.712
?q0ds 465900.534 ?q0ds/t 58237566.7
 batang MLK§
s = 4 m, t = 0.009 m, arah shear flow searah dengan jarum jam
point q0 FS Q0 FS
M(L) 45190.2576 1 45190.2576
(M)L 21933.8079 4 87735.2318
(L)K -1322.6417 1 -1322.6417
S 131602.848
?q0ds 175470.464 ?q0ds/t 19496718.2
 batang KUTSA§
s = 2.25 m, t = 0.006 m, arah shear flow berlawanan dengan jarum jam
point q0 FS q0 FS
K(U) -1322.6417 1 -1322.6417
(K)U 2645.28337 4 10581.1335
(U)T 9020.82962 2 18041.6592
(T)S 10705.1311 4 42820.5246
(S)A 7698.18793 1 7698.18793
S 77818.8635
?q0ds 58364.1477 ?q0ds/t -9727357.9

Semua ?q0ds/t kita jumlahkan, didapat = 91814477.3 N/m
 Menghitung ruas kiri, yaitu danØ
 Koefisien untuk q2Ø

o Cell YQMKA
 batang YRQ, t = 0.007 m§
Point S
(Y)R 4
(R)Q 4
S 8
?(1/t)ds 1142.86
 batang QPONM, t = 0.008 m§
Point S
(Q)P 2.25
(P)O 2.25
(O)N 2.25
(N)M 2.25
S 9
?(1/t)ds 1125
 batang MLK, t = 0.009 m§
Point S
(M)L 4
(L)K 4
S 8
?(1/t)ds 888.889
 batang KUTSA, t = 0.006 m§
Point S
(K)U 2.25
(U)T 2.25
(T)S 2.25
(S)A 2.25
S 9
?(1/t)ds 1500
Jumlahkan semua ?(1/t)ds dan didapat S?(1/t)ds = 4656.746
 Koefisien untuk q1Ø
o Cell AKGCX
 batang ASTUK§
Point S
(A)S 2.25
(S)T 2.25
(T)U 2.25
(U)K 2.25
S 9
?(1/t)ds 1500
Jadi persamaan baris kedua adalah
1500 q1 + 4656.746 q2 = -91814477.3
6. Penyelesaian persamaan shear flow koreksi
4656.746 q1 + 1500 q2 = 80103774.16
1500 q1 + 4656.746 q2 = -91814477.3

Dari kedua persamaan ini didapat hasil:
q1 = 26279.2485 N/m searah jarum jam
q2 = -28181.341 N/m berlawanan arah jarum jam
7. Hasil Akhir
Point q0 q1 Searah/
berlawanan q0 + q1
X 0 26279.2485 -1 -26279.2485
(X)B 20831.607 26279.2485 -1 -5447.642
(B)C 41663.213 26279.2485 -1 15383.965
C(D) 41663.213 26279.2485 -1 15383.965
(C)D 51927.464 26279.2485 -1 25648.215
(D)E 55936.721 26279.2485 -1 29657.473
(E)F 53690.986 26279.2485 -1 27411.737
(F)G 45190.258 26279.2485 -1 18911.009
G(H) 45190.258 26279.2485 -1 18911.009
(G)H 21933.808 26279.2485 -1 -4345.441
(H)K -1322.642 26279.2485 -1 -27601.89

Point q0 q1 Searah/
berlwn q2 Searah/
berlwn q0 + q1 + q2
0 26279.2485 -28181.341
0 26279.2485 -28181.341
0 26279.2485 -28181.341
A 0 26279.2485 -28181.341
(A)S 7698.188 26279.2485 1 -28181.341 -1
(S)T 10705.13 26279.2485 1 -28181.341 -1
(T)U 9020.83 26279.2485 1 -28181.341 -1
(U)K 2645.283 26279.2485 1 -28181.341 -1
2645.283 26279.2485 -28181.341
2645.283 26279.2485 -28181.341
2645.283 26279.2485 -28181.341

Point q0 q2 Searah/
berlawanan q0 + q2
Y 0 -28181.341
(Y)R 20831.61 -28181.341
(R)Q 41663.21 -28181.341
Q(P) 41663.21 -28181.341
(Q)P 51927.46 -28181.341
(P)O 55936.72 -28181.341
(O)N 53690.99 -28181.341
(N)M 45190.26 -28181.341
M(L) 45190.26 -28181.341
(M)L 21933.81 -28181.341
(L)K -1322.64 -28181.341
2 comments

Ilmu Dasar Mekanika Fluida 1

Sedikit berbagi ilmu dasar tentang mekanika Fluida 1 

DEFINISI


Hidraulika  hydor (bahasa Yunani) = air
Ilmu Hidraulika  ilmu yang mempelajari perilaku air dalam keadaan diam dan bergerak
Hidraulika: fluida air, dikembangkan dari penelitian eksperimental, bersifat empiris.
Hidrodinamika: dikembangkan secara teoritis, asumsi zat cair ideal (tidak memiliki kekentalan dan tidak dapat termampatkan). Asumsi memudahkan analisis. 
Perkembangan ilmu pengetahuan  
para ahli: hidraulika eksperimen +hidrodinamika   Mekanika Fluida 
Mekanika Fluida  mempelajari perilaku fluida: cair dan gas

RUANG LINGKUP


Hidrologi Terapan  hidrometeorologi, perkiraan debit
Teknik Irigasi dan Drainase  jaringan saluran dan bangunan2 
Teknik transportasi air  pelabuhanalur pelayaran
Bangunan Tenaga Air  PLTA, PLTMH, turbin
Pengendalian Banjir dan SedimenWaduk, Tanggul
Teknik Bendungan  Waduk
Teknik Jaringan Pipa  distribusi air bersih, gas, minyak
Teknik Pantai  Bangunan pelabuhan, pelindung pantai
Teknik sumber daya air  waduk
Teknik Penyehatan/ Sanitasi  WWTP

SEJARAH PERKEMBANGAN

Ancient civilizations (peradaban kuno): irrigation, ships
Ancient Rome: aqueducts, baths (4th century B.C.)
Ancient Greece: Archimedes – buoyancy (3rd century B.C.)
Leonardo (1452-1519): experiments, research on waves, jets, eddies, streamlining, flying
Newton (1642-1727): laws of motion, law of viscosity, calculus
18th century mathematicians: solutions to frictionless fluid flows (hydrodynamics)
17th & 18th century engineers: empirical equations (hydraulics)
Late 19th century: dimensionless numbers, turbulence
Prandtl (1904): proposes idea of the boundary layer
20th century: hydraulic systems, oil explorations, structures, irrigation, computer applications
Beginning of 21st century:
No complete theory for the nature of turbulence
Still a combination of theory and experimental data

DIMENSI DAN SATUAN
  1. Dimensi dasar:
  • Panjang, L
  • Massa, M
  • Gaya, F
  • Waktu, T
  • Suhu, 
  1. Contoh Satuan:
  • Panjang: m (meter)
  • Waktu: s (second, detik)
  • Massa: kg (kilogram)
SISTEM SATUAN

British Gravitational System (BG)
  • Satuan panjang: kaki (ft)
  • Satuan waktu: detik
  • Satuan gaya: pound (lb)
  • Temperatur: oF
  • Satuan massa: slug
  • Satu pound gaya yang bekerja pada benda bermassa 1 slug, akan mengakibatkan percepatan 1 ft/det2 
  • Benda dengan massa 1 slug, akan memiliki berat 32,2 lb.
MKS: 
  • gaya = kgf (kilogram gaya)
  • massa = kgm (kilogram massa)
 kgf =g. kgm
SI:
  • gaya = N (Newton)
  • massa = kg (kilogram)
  • Satuan panjang: meter (m)
  • Satuan waktu: detik (det)
  • Satuan gaya: newton (N)
  • Temperatur: oC
  • Satuan massa: kilogram (kg)
  • Satu newton gaya yang bekerja pada benda bermassa 1 kilogram, akan mengakibatkan percepatan 1 m/det2
  • Benda dengan massa 1 kg, akan memiliki berat  9,81 N.  
INTERMEZZO
  • Why is lb the symbol for pounds?
  • Answer: 'pound' is short for 'pound weight' which was libra pondo in Latin. The libra part meant both weight or balance scales. The Latin usage was shortened to libra, which naturally was abbreviated 'lb'. We adopted the pound part from pondo, yet kept the abbreviation for libra. 
HUKUM NEWTON KE II

Laju perubahan momentum (massa M x Kecepatan V) berbanding langsung dengan gaya yang bekerja dan dalam arah yang sama denga gaya tersebut
F = d (MV)/ dt

2 comments